13
Okt
08

Perbedaan Pemrograman Object-Oriented dan Prosedural

Bagaimana desain object-oriented berbeda dengan kode prosedural yang lebih tradisional? Akan sangat mudah untuk mengatakan bahwa perbedaan utamanya adalah kode berorientasi obyek memiliki object di dalamnya. Ini tidak betul. Dalam PHP kita akan sering menemukan kode prosedural menggunakan obyek. Kita juga mungkin sering melihat class-class yang mengandung kode prosedural di dalamnya. Keberadaan class tidak menjamin adanya desain berorientasi obyek, walau dalam bahasa pemrograman Java sekalipun, yang notabene “memaksa” kita untuk melakukan apapun di dalam class.

Satu perbedaan utama antara kode berorientasi obyek dengan kode prosedural dapat dilihat dari bagaimana tanggung jawab (responsibility) didistribusikan. Kode prosedural akan berupa urut-urutan perintah dan method calls. Kode pemanggil (controlling code) cenderung bertanggung jawab untuk meng-handle pengecekan kondisi (if, then, else dst). Kontrol top-down ini dalam pengembangan aplikasi dapat menghasilkan duplikasi kode dan saling ketergantungan lintas (antar) proyek. Kode berorientasi obyek mencoba untuk meminimalisasi ketergantungan ini dengan cara memindahkan responsibility untuk meng-handle tugas-tugas dari client code ke dalam obyek-obyek di dalam system.


0 Responses to “Perbedaan Pemrograman Object-Oriented dan Prosedural”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: